Antologi ini semakin memperkuat prestasi Islam Indonesia di kancah dunia internasional. Para penulis pun membandingkan Yudian Wahyudi (“wong pondokan”, “sekolahan-kuliahan”, tetapi “wong londonan” sekaligus) dengan Sayyed Hossein Nasr (Iran, doktor lulusan Amerika Serikat; dengan Fazlur Rahman (India-Pakistan, doktor lulusan Inggris); dan dengan Tariq Ramadan (Swiss, doktor lulusan Swiss).