Rekonstruksi Peradaban Islam Perspektif Kontemporer Yudian Wahyudi, Sayyed Hossein Nasr, Fazlur Rahman, Tariq Ramadan dalam Perbandingan

Terbitan Buku

Deskripsi Ringkas

Buku ini membandingkan 3 (tiga) tokoh, dengan 1 (satu) tokoh, ke tiga lakon tersebut yakni Sayyid Husein Nasr, Fazlur Rahmah dan Tarik Ramadan. Sedangkan satu lakonnya yakni Yudian Wahyudi. Pada bab satu dari buku ini, secara detail dikupas oleh Eko Suwanto dan Baha Shofa Mijdal tentang perbandingan Yudian dan Nasr dengan tema: “Integrasi Ilmu & Agama Dalam Pendidikan: Studi Perbandingan Pemikiran Yudian Wahyudi Dengan Seyyed Hossein Nasr.” Kemudian pada bab dua dari buku ini, secara rinci ditulis oleh Wulan Septi Putri dan Rayyan Raka Chiwi tentang perbandingan antara Yudian dan Rahman dengan tema: “Rekontruksi Pemikiran Islam Moderat: Studi Komparatif Antara Yudian Wahyudi dan Fazlur Rahman Tentang Islam Kontekstual.” Sedangkan bab tiga dari buku ini juga, secara gamblang ditulis oleh Muhammad Zaki Ridho Djakfar dan Nurhidayat, tentang perbandingan antara Yudian dan Ramadan dengan tema: “Rekonstruksi Hukum Islam melalui Pendekatan Kontekstual: Telaah Komparatif Pemikiran.”

Judul
Rekonstruksi Peradaban Islam Perspektif Kontemporer Yudian Wahyudi, Sayyed Hossein Nasr, Fazlur Rahman, Tariq Ramadan dalam Perbandingan.

Penulis
Eko Suwanto, Baha Shofa Mijdal, Wulan Septi Putri, Rayyan Raka Chiwi,
Muhammad Zaki Ridho Djakfar, Nurhidayat

Tebal Halaman
i-xv+ 108 halaman

Ukuran Buku
Hight=23, Weidht=15,5

ISBN
(masih dalam proses),

Harga
Rp 65.000

Sinopsis Singkat
Antologi ini semakin memperkuat prestasi Islam Indonesia di kancah dunia internasional. Para penulis pun membandingkan Yudian Wahyudi (“wong pondokan”, “sekolahan-kuliahan”, tetapi “wong londonan” sekaligus) dengan Sayyed Hossein Nasr (Iran, doktor lulusan Amerika Serikat; dengan Fazlur Rahman (India-Pakistan, doktor lulusan Inggris); dan dengan Tariq Ramadan (Swiss, doktor lulusan Swiss). Yudian dibandingkan dengan Nasr dalam masalah “Integrasi Ilmu & Agama dalam Pendidikan” (Bab I); dengan Rahman tentang “Rekonstruksi Pemikiran Moderat” (Bab II); dan dengan Ramadan mengenai “Rekonstruksi Hukum Islam melalui Pendekatan Kontekstual” (Bab III). Dengan demikian, akan terlihat keunggulan Islam Indonesia melalui pencapaian-pencapaian Yudian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *